Mungkin banyak pengusaha pemula namun berbisnis tanpa ilmu dan data. Jika dikemudian hari tiba-tiba sukses bingung “Bagaimana cara menduplikasinya?”. Jika gagal bingung, “Dimana letak kesalahannya?”.

Jadi “Apa Rahasia Kesuksesan dalam Berbisnis?”

Ada banyak proses pengembangan bisnis. Salah satunya adalah Reprofiling.  Sebelum membahas lebih lanjut. Sebaiknya Juragan memahami apa yang disebut dengan profiling dan reprofiling.

Profiling adalah proses saat Anda menentukan target pasar. Proses ini dilakukan sebelum meluncurkan produk. Misalnya Juragan menjual sepatu sneakers pria. Sebelumnya Juragan perlu menentukan target market yang spesifik mungkin. Mungkin target pembeli produk Juragan adalah laki-laki usia 17 – 25 tahun, masih kuliah/fresh graduate, penghasilan kurang dari 5 juta per bulan, tinggal di Jabodetabek dan memiliki interest di seminar motivasi dan kewirausahaan.

Reprofiling adalah analisis big data untuk UKM. Reprofiling dilakukan untuk memperbesar keuntungan atau jika produk “kurang laku”. Intinya reprofiling tujuannya untuk memperbaiki proses profiling.

Manfaat Reprofiling

  1. Uji produk ngangenin
  2. Mencari produk penetrasi dan produk unggulan.
    Dari data penjualan kita bisa mengetahui mana produk penetrasi (paling sering disorder pertama kali) dan produk unggulan (produk yang diorder berulang kali).  Misalnya dari data penjualan di restoran sup buntut produk penetrasi adalah ayam goreng. Orang yang pertama kali datang bisanya cari aman. Kalau beli sup buntut mahal dan belum tentu enak. Jika sudah mencoba makan ayam goreng maka kedepannya saat datang customer ini akan lebih berani untuk memesan  sub buntut yang lebih mahal (Sub buntut produk unggulan).
  3. Acuan desain produk sesuai interest.
    "Daripada sibuk obrak-abrik sosmed mantan, mendingan obrak-abrik sosmed pelanggan".
  4. Menentukan lokasi yang tepat untuk buka cabang
    Contohnya Gojek sering mengirim martabak dimana. Saat tahu lokasi pengiriman martabak terbanyak kita bisa mengetahui “lokasi tergemuk” untuk membuka cabang jualan martabak.
  5. Mendapatkan segmentasi untuk iklan.
  6. Pengembangan lini bisnis/brand.

Reprofiling berdasarkan segmentasi:

Geografis; dari mana?
Negara
Wilayah
Ukuran
Kepadatan
Iklim

Demografis; siapa?
Jenis kelamin
Usia
Penghasilan
Agama

Psikografis; apa minatnya?
Kelas sosial
Gaya hidup
Kepribadian
Minat

Perilaku; kapan? Seberapa sering?
Alasan membeli
Waktu pembelian
Frekuensi pembelian
Loyalitas


Reprofiling berdasarkan 5 W 1 H:

  1. What: apa (saja) produk Anda? Mana yang terlaris?
  2. Who: Siapa spesifik target pasar Anda? Usia, gender, status, profesi,penghasilan. – Where; di mana mereka biasa berkumpul? Di mana mereka tinggal? Dari mana mereka datang? Ke mana mereka?
  3. Why: kenapa (alasan) mereka mau beli? Apa benefitnya? Apa perbedaan dibanding lainnya?
  4. When: kapan mereka beli? Pagi, siang, sore, malam? Saat berangkat, pulang, istirahat?
  5. How often: seberapa sering (frekuensi) mereka beli?

Bagaimana menguji produk dengan Re-profiling?

  • Sebarkan (jual atau sampel) ke beberapa komunitas dengan target pasar yang berbeda-beda.
  • Baca data penjualan, feedback, testimoni (spontan) dan repeat order.
  • Jika via online, sebarkan se-Indonesia, jangan batasi demografis dan psikografisnya, kecuali daya beli.
  • Siapa yang nyantol? Cari profilnya.
  • Cari sarang semut yang serupa.
  • Uji penjualan di sana.
  • Sesuaikan desain kemasan, merek dan slogan berdasar profil yang di dapat.

Kesuksesan berbisnis bukanlah suatu kebetulan, tapi proses pendewasaan diri dan dalam menemukan “DNA Kesuksesan”. Sehingga saat bisnis itu sukses, kita paham dan bisa mampu menemukan jejak sukses lagi.

Share this post