Mungkin Juragan adalah pebisnis UMKM dan ingin merekrut karyawan baru?Mungkin Juragan memiliki keresahan,
“Apakah bisnisku sudah waktunya untuk menambah karyawan?"
“Bagaimana cara menemukan kandidat yang tepat anti drama?”
“Bagaimana cara menemukan TIM yang tepat?”

Jika Juragan mengalami keresahan tersebut, artikel ini mungkin cocok untuk dibaca. Artikel ini akan membahas tips untuk merekrut karyawan dari kacamata pebisnis UMKM. Selamat membaca !

Apa itu rekrutmen?

Rekrutmen karyawan adalah proses untuk mengundang, menskrining serta memilih calon karyawan yang memenuhi syarat pekerjaan. Tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan perusahaan atau usaha skala UMKM terhadap sumber daya manusia (SDM).

Pemenuhan SDM bisa dibagi menjadi 2 yaitu membuat tim sendiri atau meminta bantuan pihak lain (outsourcing) misalnya memakai jasa freelancer. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

TIM Sendiri

Freelancer

Kelebihan

Jika dibutuhkan dalam jangka panjang maka biaya yang dikeluarkan lebih sedikit. Kita bisa mengatur komitmen waktu tim.

Kelebihan

Tanpa perlu melakukan rekrutmen karena biasanya freelancer skill setnya terbukti dari portofolio.

Kekurangan

Ada aktivitas tambahan seperti proses rekrutmen.

Kekurangan

Freelancer bekerja fleksibel. Dalam satu waktu mereka bisa bekerja untuk banyak perusahaan. Sehingga kita tidak bisa bebas mengatur komitmen waktu. 

Lalu siapa yang kita rekrut?

Mungkin Juragan berfikir,
“Kenapa harus melakukan rekrutmen?”
“Kita bisa kok meminta bantuan orang dekat misalnya saudara atau tetangga”

Dalam rekrutmen jangan asal memilih karyawan. Ingat kita bisa mendapatkan talent yang lebih baik. Selain itu bayangkan jika kedepannya terjadi suatu “drama”.  Masalah akan lebih rumit lagi jika berkaitan dengan orang dekat. Salah memilih kandidat bisa diibaratkan berhutang untuk masa depan.

Kapan kita bisa mulai merekrut karyawan?

Awal mula usaha semua pekerjaan dikerjakan sendiri. Baik itu produksi, pengemasan, packing, balas chat customer dilakukan sendiri. Merekrut karyawan disaat masih bisa menghandle pekerjakan sendiri maka akan terjadi ketidak produktifitasan. Dampaknya akan boros keuangan untuk gaji karyawan.

Lalu kapan waktunya untuk merekrut karyawan?
Waktu yang tepat untuk merekrut karyawan jika sudah memenuhi minimal 1 persyaratan berikut:

  1. Jika produksi banyak serta merasa “sakit” mengerjakannya sendirian.
    Misalkan waktu tidur berkurang banyak, tidak ada waktu untuk keluarga, mengorbankan pekerjaan penting lainya dll.
  2. Jenis pekerjaan yang berulang.
    Jika Juragan tidak ada (misal pergi healing) pekerjaan itu tetap berjalan lancar.
  3. Juragan merasa tidak kompeten
    Misalkan Juragan tidak bisa mendesain. Dari pada belajar untuk mendesain yang membutuhkan waktu lama serta hasilnya belum pasti. Akan lebih baik jika Juragan merekrut orang yang profesional.

Catatan: Juragan juga harus memperhatikan budget atau keuangan yang ada.

Dimana tempat untuk mendapatkan kandidat yang cocok direkrut?

Mungkin Juragan pernah memperhatikan jika semut akan berkumpul pada makanan yang disukainya misalkan gula. Hal ini sebut saja sebagai Hukum sarang semut. Begitu juga dengan manusia. Orang cenderung akan berkumpul pada suatu interest tertentu. Mereka akan berkumpul di satu tempat. Misalkan orang yang suka Moge (Motor Gede) mereka akan berkumpul dengan komunitas Moge.

Hal ini juga berlaku ketika Juragan ingin melakukan rekrutmen. Misalnya Juragan mencari seorang desainer. Juragan bisa mencarinya di perkumpulan online maupun offline. Baik itu di grup atau akun sosial media belajar design ataupun di kampus yang ada jurusan desainnya. Juragan bisa juga meminta kolaborasi pada pemilik akun.

Semoga artikel ini bisa memberikan insight bagi Juragan saat merekrut karyawan nantinya. Amin.

[Catatan Tambahan]

Mitos atau Mindset yang Salah Saat Merekrut Karyawan

  • Ada kandidat sempurna.
    Ingat manusia penuh kekurangan. Jika diri kita punya kekurangan maka begitu juga dengan orang lain. Sehingga daripada menunggu karyawan yang sempurna pilihlah orang yang cupu atau layak untuk dipekerjakan. Buatlah kontrak masa probasi untuk bisa ditinjau ulang.
  • Lama pengalaman kerja merupakan parameter paling penting
    Sebenarnya hal ini bergantung pada posisi. Untuk posisi operasional ataupun pekerjaan repetitive parameter ini tidak tepat diterapkan. Misalnya tukang packing yang berpengalaman selama 6 bulan kemampuannya beda tipis dengan tukang packing pengalaman 2 tahun. Namun jika posisi tersebut adalah bagian strategis, lama pengalaman kerja akan sangat berpengaruh.
  • Tawar gaji serendah-rendahnya
    Dampaknya kita bisa kehilangan kesempatan merekrut talenta yang bagus. Misalkan saja ada pelamar A yang mengajukan gaji 2 juta. Pelamar B mengajukan gaji 4 juta. Untuk menghemat budget kita memilih pelamar A karena lebih murah. Namun kedepannya akan muncul masalah jika skill pelamar A tidak sesuai standar minimum perusahaan.
  • Tidak perlu melakukan pre-employment screening.
    Sangat penting untuk memberikan masa probasi kepada calon karyawan. Hal ini dilakukan guna menilai ulang apakah kemampuan karyawan sesuai dengan tugas yang diberikan.

    Hal ini untuk menghindari jika karyawan performa kerjanya tidak baik. Tujuannya untuk menyelamatkan budget perusahaan agar tepat guna. Serta agar tidak membuang-buang waktu.
  • Rekrutmen dikerjakan oleh robot bukan lagi manusia.
    Hal ini tidak sepenuhnya benar karena robot tidak kreatif. Mereka hanya bisa mengerjakan pekerjaan yang repetitive. Misal seleksi bagian pemberkasan tapi tidak pada bagian negosiasi. Pemilihan kecocokan value perusahaan belum bisa digantikan oleh teknologi masa kini.
  • Merekrut ketika punya dana berlebih.
    Jika Juragan sudah merasakan “sakit” atau kewalahan mungkin sudah waktunya untuk menambah tim. Namun menambah jumlah tim bukan solusi satu-satunya. Juragan bisa memanfaatkan tim untuk kerja lembur atau mengambil pekerja freelance saat load pekerjaan sedang banyak saja.
  • Manusia harus diberi kedisiplinan.
    Mungkin jenis pekerjaan prosedural harus menerapkan kedisiplinan yang kaku. Namun untuk tipe pekerjaan yang memerlukan kreativitas mungkin harus diberikan perlakuan khusus. Biasanya tipe pekerja kreatif akan bekerja lebih baik dilingkungan yang tidak begitu mengekangnya.
Share this post