Mungkin Anda ingin membuat akun Instagram jualan dari nol?
Tapi bingung bagaimana cara memulainya?

Mungkin Anda bingung tentang bagaimana membuat konten IG agar viral?
Pertanyaanya kenapa sih harus viral?

Tujuan utama membuat konten viral adalah agar semakin banyak orang yang menonton konten tersebut. Saat itu munculah suatu “keajaiban”. Saat salah satu konten kita viral jumlah followers kita akan semakin banyak. Kita akan semakin punya “power” untuk melakukan penjualan sehingga jumlah penjualan juga semakin meningkatkan.

Jumlah follower memang penting TAPI ada yang jauh lebih penting yaitu follower IG sesuai dengan target market. Follower banyak TAPI jika target marketnya berbeda maka sama aja bohong. Misalnya Anda adalah penjual dasi mahal dengan target market orang kantoran. Saat konten anda viral, lalu banyak yang follow. Bayangkan jika yang follow kebanyakan adalah remaja sekolah. Kemungkinannya sangat kecil untuk remaja sekolah ini membeli dasi mahal orang kantoran. Oleh karena itu jangan fokus pada angka tapi harus fokus pada target market. Jumlah follower kecil tidak mengapa asalkan target marketnya sesuai.

Lalu bagaimana cara membuat konten Instagram yang bisa viral?.
Bagaimana jika sudah bikin sudah bikin konten susah-susah. Berjuang edit ini itu tapi yang nonton sedikit banget?

Ketakutan ini merupakan ketakutan terbesar bagi hampir semua konten kreator saat membangun media sosial. Perlu diketahui Membuat konten di media sosial merupakan passive marketing. Mungkin 1 hari, 2 hari, 3 hari setelah upload konten tersebut belum viral. Namun bisa jadi 1 atau 2 atau 3 bulan kemudian konten tersebut bisa viral. Tetaplah fokus untuk terus membuat konten agar follower terus tumbuh.

Salah satu tips agar bisa viral di Instagram adalah dengan memahami cara kerja Instagram. Jika kita paham cara kerja Instagram maka nantinya Instagram sendirilah yang akan merekomendasikan konten kita ke lebih banyak orang.

Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan untuk agar konten kita direkomendasikan oleh Instagram:

  1. Perbesar Engagement
    Faktanya Instagram tidak pernah tahu antara konten yang bagus dan konten yang jelek. Instagram tidak merekomendasikan konten yang bagus. Namun, Instagram akan merekomendasikan konten yang memiliki engagement yang bagus. Engagement yang bagus itu seperti apa?. Engagement yang baik adalah konten-konten yang memiliki banyak jumlah like, save ataupun jumlah yang komentar. Bagaimana cara menaikan engagement tersebut? Belajar cara menaikan engagement Instagram sekarang juga.
  2. Rutin untuk Upload Konten
    Penting sekali untuk selalu aktif posting di Instagram. Akun yang upload konten setiap hari akan lebih disukai dan akan lebih direkomendasikan Instagram dibandingkan akun yang jarang upload konten. Sehingga jika ingin akun anda “disukai” oleh Instagram maka rajin-rajin lah untuk rutin untuk upload.
  3. Membangun konten yang ciamik
    Meskipun Instagram tidak tahu perbedaan antara konten bagus dan konten jelek tapi audience tahu. Oleh karena itu membuat konten yang “ciamik” juga penting. Tujuannya untuk “memanjakan” audience atau follower kita.

    Bagaimana cara membangun konten yang bagus/ciamik?
    Caranya dengan melakukan pola RPE (riset, planning, eksekusi)

    Riset sendiri bisa dijabarkan  menjadi lebih detail dengan menjawab pertanyaan berikut.
    - Siapa target market konten Anda?
    - Apa kebiasaan yang biasa mereka lakukan di medsos?
    - Apa platform yang sering mereka gunakan?

    Contoh: Target market mereka yang berusia 20-35 tahun dan berdomisili di jakarta selatan. Platform media sosial yang mereka gunakan adalah instagram. Target market adalah gen Z yang mulai bekerja. Instagram mereka gunakan sebagai tempat mereka mencari hiburan, inspirasi dan komunikasi.

    Setelah itu cari dan daftar akun-akun kompetitor (brand A, brand B brand C). Lalu amati akun kompetitor tentang bagaimana mereka mengkomunikasi ide mereka. Misalkan Anda ingin membuat akun jualan hijab maka cobalah untuk melihat akun-akun penjual hijab yang followernya banyak. amati bagaimana cara mereka membuat konten. Gaya bahasa seperti apa yang mereka gunakan. Desain konten seperti apa yang mereka gunakan?

    Kemudian cobalah untuk menirunya. Namun ingat jangan asal tiru tapi haru ATM (amati-tiru-modifikasi). Sesuaikan dengan value yang kita punya. Jika hanya sekedar meniru maka hasilkan tidak akan optimal.

Jika salah konten kita sudah viral dan follower sudah banyak, Apakah tugas kita sudah selesai? Jawabannya tentu tidak.

Kita juga harus menjaga mereka agar tidak unfollow. Bagaimana cara menjaga follower untuk tetap follow akun IG kita?

Caranya dengan membagi persentase jenis konten yang di upload. Ingat tujuan utama orang datang ke Instagram adalah untuk hiburan bukan untuk membeli produk. Jika konten instagram hanya dipenuhi dengan konten jualan ataupun diskon maka audience akan “jenuh”. Kemungkinan untuk unfollow akun IG kita juga akan semakin besar. Oleh karena itu kita harus melakukan variasi jenis konten yang kita upload.

Seberapa besar sih persentase “ideal” antara jenis konten jualan dengan jenis “konten lainnya”?.

Berdasarkan pendapat beberapa Influencer, persentase ideal jenis konten jualan adalah 70%. Sedangkan persentase jenis “konten lainnya” adalah 30%. Namun jika masih baru memulai (3-6 bulan pertama) disarankan untuk membuat konten jenis jualan 30% sedangkan jenis “konten lainnya” 70%. Tujuannya adalah untuk meningkatkan brand awareness.

Lalu jenis “konten lainya” yang baik itu seperti apa?.
“Konten lainnya” yang dimaksud adalah konten edukasi atau hiburan, seperti:

  1. Konten praktikal (tips how to)
  2. Konten inspirasi (kutipan/mindset)
  3. Konten hiburan (meme, video lucu)

Mungkin Anda merasa bingung untuk memilih mana yang paling menarik untuk audience. Jangan khawatir. Cobalah untuk posting untuk di testing. Jika audience suka berarti tinggal kita lanjutkan. Jika audiens tidak suka kita bisa testing yang lain.

Apakah konten produk berarti yang di upload adalah foto/video produk saja?Konten produk yang baik itu seperti apa?

Untuk membuat konten produk yang baik harus diimbangi dengan 3 elemen berikut:

  1. Foto/video produk
    Selain mengupload foto/video produk saja, kita juga harus mengimbangi dengan foto/video produk + manusia. Tujuannya agar audience lebih merasa relate dengan produk kita.
  2. Konten suasana
    Foto atau video suasana tempat yang berhubungan dengan produk. Misalkan saja Anda jualan ramen. Gambarkan suasana tempat makan ramen tersebut. Anda bisa memfoto atau memvideo keluarga bahagia yang sedang makan ramen di restoran Anda. Selain itu Anda juga bisa memberikan dokumentasi saat memasak ramen tersebut.
  3. Cerita pelanggan
    Selain testimoni pelanggan, testimoni before after, cerita pelanggan juga bisa digunakan untuk dijadikan konten. Misalkan Anda bisa wawancara dengan customer setia. Tanyakan kenapa repeat order? Lalu Anda bisa membuatnya menjadi konten. Hal ini biasanya akan lebih disukai orang karena pada umumnya orang suka mendengar cerita.

Semoga sedikit tulisan tentang “Cara membuat konten viral di Instagram” di atas dapat memberikan insight serta menambah pengetahuan Anda. Semoga setelah membaca artikel ini bisa membantu Anda dalam membuat konten yang bisa viral nantinya. Amin.

Share this post