Ada banyak teknik promosi agar jualan laris manis. Salah satunya adalah teknik “Imprinting”.

Apa itu imprinting?
Untuk mempermudah pemahaman teknik “imprinting” berikut ilustrasi penjelasannya. Pada tahun 1900-an konrad Lorenz meneliti fenomena penetasan angsa. Setelah angsa menetas “hal pertama” yang dilihat akan dianggap sebagai induknya. “Hal pertama” ini bisa angsa, hewan lain ataupun manusia. Apa yang mereka lihat di masa kritis 13-16 jam pertama akan dianggap induk dan mereka akan mengikutinya kemanapun.

Imprinting ini juga bisa terjadi pada dunia bisnis. Misalkan Budi merasa makan pizza di luar negeri tidak seenak rasa pizza kalau beli di Pizza Hut Indonesia. Makan kebab di Turki langsung, rasanya tidak seenak kebab Baba Rafi. Hal ini terjadi karena lidah Budi sudah “terimprint”. Rasa pertama yang dirasakan Budi akan menjadi acuan rasa yang dianggap “Asli” dan enak.

Jika produk atau merek Juragan sudah “terimprint” di benak konsumen. Maka produk kompetitor yang “mengikuti” produk Juragan, produk tersebut tak akan melekat di benak konsumen Juragan.

Sebaliknya jangan ikut-ikutan orang lain. Sebisa mungkin jadilah “pioner” untuk target market. Pastikan market yang di bidik belum mencicipi produk yang ngangenin selain produk Juragan. Maka dengan teknik promosi “Imprinting” ini produk Juragan akan melekat di benak konsumen. Produk Juragan akan menjadi “standar” yang mereka anggap “asli”.

Semoga artikel ini bisa memberikan insight ketika Juragan melakukan promosi produk. Amin.

Mungkin Juragan pernah mengalami mengalami hal ini?. Customer sudah tanya-tanya tapi masih aja ragu untuk beli?. Orderan banyak tapi customer kabur dan gak jadi bayar? Mungkin artikel  Teknik Ampuh Closing Agar Customer segera Transfer cocok untuk Juragan Baca.

Share this post