Dalam berbisnis pada umumnya orang ingin mendapatkan profit sebanyak-banyaknya. Profit sendiri sering diartikan sebagai “sejumlah uang” yang diperoleh dari pendapatan penjualan produk dikurangi dengan HPP serta biaya-biaya lainnya.

Apakah profit selalu berkaitan dengan uang?

Faktanya tidak ada satupun bagian proses bisnis yang tidak berhubungan dengan uang. Proses untuk mendapatkan profit ini bukan karena sihir “simsalabim abrakadabra” dan langsung memperoleh profit. Namun, profit itu sendiri berasal dari hukum sebab akibat.

Selain itu profit bisa diartikan sebagai akibat (efek) dari suatu tindakan/strategi dari operasional yang dilakukan. Sehingga jika ingin menghasilkan “profit yang baik” maka tindakan/strategi operasional bisnis yang dipilih juga harus tepat.

Berikut 4 pilar dasar operasional bisnis

  1. Sales atau marketing
    Pilar ini sangat penting dalam dunia bisnis. Hal ini karena bagian utama dan terpenting dalam bisnis adalah agar produknya laku terjual.
  2. Keuangan
    Ketika produk terjual maka kita akan memperoleh keuntungan (profit). Kita bisa menggunakan uang profit tersebut untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut.
  3. SDM
    Ketika sudah mempunyai uang yang cukup, hal yang bisa dikembangkan adalah SDM. Kita bisa merekrut orang-orang profesional untuk membantu kita dalam mengembangkan bisnis. Selain itu kita juga bisa memberikan pelatihan-pelatihan kepada karyawan agar kinerjanya semakin baik.
  4. Operasional/produksi
    Ketika SDM yang baik terpenuhi maka bagian operasional atau produksi bisnis juga akan semakin baik. Sehingga semakin banyak dan semakin bagus kualitas produk yang dihasilkan. Hal ini akan membuat semakin banyak produk bagus yang bisa ditawarkan atau dijual ke konsumen.

Semua pilar diatas merupakan sebuah siklus yang bisa ditingkatkan kapasitas performanya. Semakin baik performa setiap pilar maka akan semakin cepat siklus perputaran uang pada bisnis tersebut. Sehingga bisnis dapat berkembang semakin cepat juga.

Cara pemaksimalan performa keempat pilar tersebut bermacam-macam. Kita bisa memberikan delegasi atau pembagian pekerjaan dengan jelas. Serta bisa dengan pemberian pelatihan kepada karyawan. Misalnya dengan memberikan pelatihan kepada tim marketing bagaimana cara meningkatkan omset penjualan dengan teknik-teknik marketing seperti berikut:

A. Cross Selling and up selling

  • Diskon untuk pembelian berikutnya (dengan batas waktu tertentu)
  • Produk pelengkap/pasangan
    Misalnya
    -Konter penjual smartphone menawarkan kepada pembeli untuk sekalian membeli screen protector, casing, power bank dll.
    -Penjual bakso menawarkan kepada pembeli untuk sekalian tambah kerupuk, ektra pangsit, juice dll.
    -Penjual sepatu kulit menawarkan kepada pembeli untuk sekalian membeli sikat dan semir sepatu.
  • Paket hemat (paket bundling)
    Misalnya: beli 2 gratis 1, paket keluarga netflix, Gamis 250 ribu jika tambah 20rb maka akan mendapat kerudung dengan harga normal kerudung 50rb.

B. Meningkatkan Repeat order

  1. Menjual produk yang dibutuhkan target market.
  2. Launching produk baru secara berkala.
  3. Hubungan baik dengan pelanggan.
    Misalnya memberikan edukasi produk.
  4. After sales diberikan maintenance
    Tujuannya agar membangun kepercayaan pelanggan/pembeli untuk order lagi.
  5. Repeat customer
    Bisa ditawarkan untuk membeli produk lain.
  6. Pemberian kemudahan layanan
    Intinya adalah membuat customer merasa nyaman. Misalnya kemudahan pemilihan pembayaran, kurir, dll.
  7. “Mengikat” brand secara emosional dengan positioning
    Tujuannya untuk meningkatkan “pride” orang lain saat menggunakan brand kita.
  8. Menjadi trendsetter, bukan hanya follower yang mengikuti trend.

Quote:
Ketika mengusahakan sesuatu, “Sebab (cause) harus lebih besar dari pada akibat (effect)”. Hal ini karena ketika kita mengusahakan sesuatu belum tentu hasilnya sebanding dengan usaha kita. Maka fokuslah pada usaha agar hasilnya semakin baik.

Share this post