Istilah dalam dunia bisnis bisa dibilang cukup banyak. Hal ini seringkali membuat orang awam bingung dengan istilah-istilah tersebut.

Contohnya adalah istilah berikut: Omset vs Profit vs Margin.

Mungkin Juragan pernah merasa kebingungan dengan istilah tersebut? Apakah perbedaan ketiga istilah tersebut?.

Jika Juragan pernah merasa kebingungan dengan ketiga istilah tersebut, tenang Juragan. Juragan tidak sendirian kok. Banyak orang yang mengira jika ketiganya adalah sama, namun sebenarnya ketiga memiliki perbedaan.

Berikut adalah perbedaan dari ketiga istilah di atas:

Omset

Foto: TikTok @ownerrajangemil

Mungkin Juragan pernah melihat berita atau video tentang jumlah omset suatu bisnis seperti gambar diatas?

Sebenarnya omset itu apa sih?

Omset (KBBInya = omzet) seringkali dipahami sebagai keuntungan/profit. Padahal omzet adalah pendapatan kotor yang belum dikurangi dengan biaya lain- lain seperti harga pokok produksi, gaji pegawai, listrik, dan lainnya.  

Profit

Profit adalah hasil dari penjualan dikurangi dengan biaya produksi.

Margin

Margin adalah persentase profit dibandingkan dengan omzet.  Selain itu, margin bisa dibilang sebagai profit setiap penjualan produk (misal 1 pcs) yang dinyatakan dalam persen.

Mungkin Juragan masih bingung dengan ketiga istilah bisnis diatas?

Berikut adalah contoh ilustrasi untuk mempermudah pemahaman ketiga istilah diatas:

Misalnya Juragan adalah penjual keripik singkong premium. Harga keripik singkong per bungkusnya adalah Rp 100.000.

Ilustrasi keripik singkong./Copyright shutterstock.com/g/ismed_photography_SS

Jika dalam bulan Januari Juragan bisa menjual 1000 pcs, berarti omzet Juragan pada bulan Januari sebesar = 1000 x 100rb = 100 Juta.

Ingat! 100 Juta tersebut merupakan pendapatan kotor (omzet) karena belum dikurangi dengan biaya produksi, gaji karyawan, iklan dll.

Asumsikan jika profit tiap penjualan produk keripik singkong tersebut sebesar Rp 50.000,-/pcs. Profit ini berasal dari harga jual - biaya produksi.

Maka margin dari produk keripik singkong tersebut sebesar 50rb/100rb = 50%.

Lalu, bagaimana dengan profit keripik singkong tersebut pada bulan Januari ?


Mungkin Juragan ada yang berpikir seperti berikut:

profit bulan Januari = margin x jumlah keripik terjual

= Rp 50rb x 1000

= Rp 50 Juta

Yey alhamdulilah jawaban Juragan benar!

Tapi perlu diingat profit sebesar 50 juta tersebut adalah total profit kotor. 50 Juta tersebut belum dikurangi dengan biaya lain-lain, seperti biaya iklan, gaji karyawan, listrik dll.

Asumsikan biaya lain-lain sebesar Rp 35 juta. Berarti profit bersih Juragan di bulan Januari adalah sebesar Rp 50 juta - Rp 35 juta = 15 Juta.

Jika penjelasan Omset vs Profit vs Margin dapat membantu pemahaman Juragan, jangan lupa share artikel ini ke orang lain agar mereka juga dapat merasakan manfaatnya.

Share this post