Dewasa ini data menjadi sangat penting dan krusial. Data bisa dapat dijadikan acuan dalam menentukan keputusan atau strategi berbisnis. Keputusan yang diambil lebih akurat karena berdasarkan fakta. Sehingga penyusunan strategi bisnis lebih tepat sasaran. Serta berbisnis menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini bisa membantu untuk meningkatkan penjualan bisnis (omset).

Datanya diperoleh dari mana?
Pertanyaanya bagaimana cara mengumpulkan data tersebut?

Ada banyak cara untuk mengumpulkan data, yaitu

  1. Survey dan quiz.
    Anda bisa memberikan survei kepada orang-orang. Mungkin bisa nanti bisa dilakukan sistem reward misal yang mengisi survei dapat hadiah gopay, pulsa dsb.
  2. Focus Group discussion
    Anda bisa menanyakan kepada target market langsung tentang apa permasalahan mereka.
  3. Observasi langsung
    Misalkan saja Anda bisa duduk dan mengamati toko kompetitor bagaimana mereka menjalankan bisnisnya.
  4. Social media monitoring
    Social blade bisa menjadi website pilihan untuk memonitor akun kompetitor atau akun-akun sosial media yang diikuti follower kita.
  5. Online tracking
    Anda bisa menggunakan sumber data yang sudah terkumpul di Internet. Dengan cara ini misalkan Anda bisa melihat jenis produk apa sing yang sedang trend minggu ini.

Berikut Sumber “data” dari internet yang dapat Anda gunakan sebagai acuan atau pertimbangan dalam  berbisnis:

  1. Trends.google.co.id
    Anda bisa melihat hal-hal yang sedang trend dari berbagai macam topik disana.
  2. Data.go.id
    Website ini merupakan portal data pemerintah Indonesia.
  3. Databoks.katadata.co.id
    Anda akan disuguhi tentang data grafis. Misalkan data grafis jumlah penduduk Yogyakarta menurut jenjang pendidikan. Data tersebut bisa menjadi data acuan untuk pebisnis di Yogyakarta. Misalkan Anda penjual tumbler atau botol minuman  dengan target market anak S1. Kita bisa tahu besar target market yang ada di pasar.
  4. Bps.go.id
    Data export, data inflasi. Misalnya tabel perkembangan UMKM di Tulungagung.
  5. Trends24.in/indonesia
    Data tentang trending topik twitter Indonesia. Menggunakan data ini mungkin bisa dijadikan ide konten saat jualan online di sosial media.
  6. Katadata.co.id
    Website tentang data grafis

Cara pengumpulan data harus disesuaikan dengan "jenis" data yang akan dikumpulkan. Data pada umumnya dibagi menjadi 2 yaitu: data kualitatif dan data kuantitatif.

Data Kualitatif

Data Kuantitatif

Menjawab pertanyaan “Why” dan “How”

Menjawab pertanyaan “What”, “Where”, “When”, “Who”, “How many”.

Data bersifat deskriptif

Data bersifat numerik

Diperoleh dari survey kepuasan pelanggan, wawancara pelanggan, pengamatan di lapangan.

Diperoleh dari data penjualan invoice, resi pengiriman, arus kas dll.


Setelah data terkumpul, Apakah langkah selanjutnya?

Langkah selanjutnya adalah "mengolah" data tersebut. Ada aplikasi pengolahan data misalkan saja excel, SQL dll. Untuk bisnis UMKM mungkin menggunakan excel saja sudah cukup.

Berikut adalah contoh tabel data konversi dari traffic hingga ke closing.

Data-data tersebut dikumpulkan dan diatur (diolah) dalam tabel. Tujuannya untuk mempermudah dalam analisa. Kita jadi lebih memahami “proses” mana yang mengakibatkan jumlah closingnya sedikit?. Contoh-1 jika leads visitor toko rendah mungkin promosi atau iklan kurang menarik. Contoh-2 jika jumlah orderan banyak tapi yang transfer kecil mungkin ada masalah pada bagian sistem pembayaran. Bisa jadi ternyata konsumen lebih suka sistem COD dll.

Semoga ilustrasi pengumpulan dan pengolahan data UMKM diatas membantu untuk Anda. Jika tertarik ingin belajar “data” untuk bisnis UMKM klik disini.

Share this post