Banyak dari kita yang ingin memulai bisnis tapi masih bingung menentukkan produk atau pasarnya lebih dulu.

Tidak sedikit pula yang akhirnya memutuskan untuk menjual sesuatu yang sesuai dengan interest mereka. Misal, perempuan berhijab, menjual hijab. Laki-laki yang hobi mendaki gunung, menjual peralatan mendaki. Hayoo, siapa yang seperti itu?

Tidak salah memang, malah bagus juga supaya kita lebih enak jualinnya. Namun, apakah produk tersebut sudah memiliki pasar yang potensial?

Apa jadinya bila produk yang kita sukai ternyata tidak menarik minat pasar?

Ada 3 peta pasar yang harus kamu kenali sebelum memulai bisnis.

3 Peta Pasar

1. Pasar potensial (Potential market)

Pasar potensial adalah pasar yang banyak permintaan tapi minim persaingan. Produknya bisa jadi varian yang baru, namun bukan suatu produk yang asing. Misal, buble tea. Dulu, produk ini sempat tren namun makin lama makin menurun, sampai Chatime hadir dengan varian yang berbeda, dan boom! Langsung laris di masyarakat. Orang-orang sudah mengenal buble tea sebelumnya, saat Chatime hadir dengan varian yang baru, itu menjadi pasar yang potensial.

2. Pasar yang berdarah-berdarah (Bleeding market)

Adalah pasar yang banyak permintaan tapi juga banyak persaingan. Akibatnya, kamu hars banting-bantingan harga supaya bisa bersaing dengan kompetitor. Misal, di masa pandemi kemarin, masker dan handsanitizer menjadi pasar potensial di awal (sebelum banyak kompetitor). Ketika banyak kompetitor bermunculan, itu menjadi pasar berdarah-darah.

3. Pasar tertidur (Sleeping Market)

Adalah pasar yang minim persaingan tapi juga minim permintaan. Masuk ke pasar ini ibarat mengajarkan anak kecil berjalan, memakan waktu, tenaga, dan biaya.
Masuk ke pasar tertidur sebenarnya sangat bagus jika berhasil digarap, karena yang pertama sering lebih tertancap di benak konsumen daripada yang kedua. Dengan catatan, amunisi kamu cukup kuat untuk membiayai proses edukasinya.

Jika kamu ingin memulai bisnis yang langusng laris, pastikan kamu membidik pasar potensial, ya!

Dalam 7 Formula Buka Langsung Laris, membidik pasar potensial adalah langkah paling pertama yang harus kamu lakukan saat ingin memulai bisnis.

Langkah kedua, barulah kamu menentukan “produk yang ngangenin” alias produk yang membuat orang maudan mau lagi.

Formula ini disusun oleh Jaya Setiabudi, praktisi pengusaha sejak tahun 1998. Menjadi Founder Yukbisnis dan sekolah bisnis Young Entrepreneur Academy (YEA) yang mencetak rekor lebih dari 90% lulusannya menjadi pengusaha.

Kamu bisa membaca seluruh materinya di buku Buka Langsung Laris yang bisa kamu beli di sini.

Share this post