Apakah hal yang ada di benak Juragan ketika mendengar kata “laporan keuangan”?

Bagaimana dengan kata “Akuntansi Keuangan”?

Mungkin setelah mendengar kata tersebut sebagian Juragan berpikir bahwa, “aduh pusing, langsung migrain nih buat ngebayangin aja.  Aduh gak suka lihat angka-angka”.

Jika Juragan berpikir seperti itu Juragan tidak sendirian. Faktanya banyak pengusaha UMKM yang pusing hanya mendengar kata “laporan keuangan”. Makanya tidak heran jika kebanyakan dari mereka enggan dan malas untuk mempelajarinya.

Padahal jika berbisnis maka hukumnya wajib untuk belajar ilmu keuangan. Orang berbisnis tapi tidak mau belajar ilmu keuangan bisa diibaratkan sebagai orang yang berpacaran hanya untuk bersenang-senang saja. Mereka tidak ada rencana ataupun keseriusan untuk menikahi pasangannya.

Kenapa pengusaha UMKM harus belajar ilmu keuangan?

UMKM tidak lepas dari yang namanya dunia bisnis. Tentunya Juragan sebagai pebisnis ingin bisnis Juragan dapat bertahan selama mungkin kan?. Hal tersebut dapat terwujud jika Juragan membangun bisnis yang “sehat”.

Bisnis yang “sehat” adalah bisnis yang memiliki keuangan yang baik. Bisnis yang sehat bukan hanya tentang omsetnya besar. Bisnis yang sehat berarti bisnis yang dapat tumbuh cepat. Salah satu pondasi penting untuk membangun bisnis yang “sehat” adalah ilmu keuangan.

Dalam belajar ilmu keuangan bukan berarti Juragan harus mengerjakan laporan keuangan sendirian. Boleh banget untuk didelegasikan ke orang profesional. Namun, seminimal mungkin Juragan harus bisa membaca laporan keuangan. Tujuannya adalah untuk membangun mindset keuangan yang baik.

Berikut keuntungan jika Juragan bisa membaca laporan keuangan dengan baik:

  1. Memahami karakteristik bisnis
    Jika Juragan paham tentang kondisi keuangan suatu bisnis, maka Juragan akan mudah untuk memahami karakteristik bisnis tersebut. Ketika bisnis Juragan sedang pada kondisi tertentu maka Juragan akan mudah memberikan “treatment”  yang tepat.

    Permisalan sederhananya adalah Juragan memiliki binatang peliharaan bernama “K”. Ketika Juragan paham dengan karakteristik “K” maka Juragan akan paham pemberian “treatment” yang tepat untuk K. Jika K sedang “mengeong” berarti K sedang lapar dan minta makan. Ketika si K sedang loncat-loncat, si K sedang minta jalan-jalan.
  2. Mengetahui Bisnis yang prospek
    Misalkan  berdasarkan data (laporan keuangan) masa lalu ketika menjelang Lebaran, bisnis yang naik daun adalah Jualan kerudung. Kita bisa memprediksi prakiraan X pcs kerudung yang bisa terjual.  Kita bisa memperkiraan jumlah modal yang dibutuhkan, lama waktu produksi, serta jumlah pekerja untuk menyelesaikan produksi agar tepat waktu. Tujuannya agar tidak kehilangan momen/tren penjualan kerudung.
  3. Terhindar dari Investasi yang merugikan
    Mungkin saja suatu ketika temen Juragan menawarkan Juragan untuk berinvestasi di bisnisnya. Setelah Juragan baca-baca laporan keuangannya ternyata bisnis tersebut beresiko sangat tinggi. Sehingga Juragan bisa terhindar dari bisnis yang beresiko dan kurang menguntungkan tersebut.
  4. Mencegah “kebocoran”  bisnis
    Misalkan saja pada laporan keuangan pembelian bahan baku. Vendornya terkenal sebagai penyedia bahan kualitas rendah (lebih rendah dari kualitas standar yang dibutuhkan). Kenapa kok bisa beli disana? Apakah vendor tersebut sudah bisa memproduksi bahan bakunya yang lebih baik? atau adakah karyawan yang menggelapkan uang perusahaan dengan membeli bahan baku yang dibawah standar?

    Contoh lainnya pada proses produksi ada 3 operator A, B, C. Ketiga operator membuat produk dengan kualitas berbeda. Ada yang returnya sedikit ada juga yang banyak. Presentasi retur masing-masing 5%, 12%, dan 60%. Dengan data tersebut kita bisa telusuri kenapa bisa berbeda? Apakah karena alatnya sudah harus diganti? ataukah pekerja C kerjanya malas-malasan.

Belajar ilmu keuangan  (pada kasus ini: membaca laporan keuangan) merupakan hal yang melelahkan, membosankan dan sulit dikerjakan untuk sebagian orang. Namun manfaat yang diperoleh tentu sepadan dengan kesulitannya.

Tertarik untuk belajar ilmu keuangan untuk UMKM? Ikuti Kelas Keuangan untuk UMKM berikut:

  • Coach dan Trainer di Young Entrepreneur Academy (YEA) dan Entrepreneur Academy (Ecamp).
  • Certified professional Coach sejak 2010.
  • Certified Business Coach sejak 2010.
  • Telah membimbing banyak UKM naik kelas dengan menajemen keuangan yang rapi.
  • Telah menjalani usaha selama lebih dari 10 tahun
Join Kelas Sekarang
Share this post