Slogan merupakan elemen penting suatu brand karena slogan yang “nyeplos” dapat membantu mengingatkan konsumen pada suatu produk.

Apakah Anda pernah mendengar slogan-slogan berikut?

“Apapun makanannya, minumya…..”
Atau slogan “Now everybody can fly”.
Atau “Connecting people”
Atau slogan yang satu ini “Pas susunya…”
Dan slogan-slogan seperti: “...Jagonya Ayam”, “Pakai hitam, siapa takut?”.

Brand apakah yang dimaksud?
Jika Anda sukar mengingat merek di atas itu wajar kok. Slogannya sengaja dibuat “nyeplos” bukan sekedar keren-kerenan aja. Sehingga slogannya akan lebih menancap di benak konsumen dibandingkan brand nya sendiri.

Lalu bagaimana cara membuat slogan yang sesuai dengan produk Anda?

Bagaimana cara membuat slogan produk yang selalu diingat konsumen?
Sediakan pulpen serta beberapa lembar kertas putih tidak bergaris. Ditulis ya tidak hanya diingat.

INGAT!!.
Membuat slogan bukan asal ngecap.
Prinsip slogan adalah komunikasi “nyeplos” (spontan) dari positioning produk Anda.

Pikirkan “Apakah yang ingin akan Anda ditanamkan di benak konsumen?”. Sering kali orang membuat slogan ngasal. Slogannya biasa bin garing.

Misalkan,

  • Bedakan rasanya..
  • Kepuasan anda adalah kepuasan kami..
  • Hari ini bayar besok gratis..

Ini Mah biasa..!! Coba dibalik menjadi “Hari ini GRATIS, besok bayar, berani gak?”

Bagaimana cara menemukan positioning produk?

Positioning didapat dari diferensiasi atau keunggulan bersaing produk Anda dibandingkan kompetitor lain. Gampangnya seperti ini, anggap produk Anda unik, sudah diuji di lapangan, dan terbukti ngangenin.

Nah apa saja komentar spontan tentang produk Anda dari para pelanggan atau ‘pencicip’ produk Anda?

Contoh slogan yang dibuat Mas Jaya Setyabudi

  1. Buku The power of kepepet.
    Cara tercepat, terampuh, jadi entrepreneur, dijamin.
  2. Buku Kitab anti bangkrut
    Mencegah sebelum terjadi. Bangkit jika mengalami.
  3. Papapia
    Jadi rebutan anak istri.
  4. Entrepreneur Camp
    Pabriknya entrepreneur sukses.
  5. Young Entrepreneur Academy (YEA)
    Program 6 bulan jadi pengusaha.
  6. Yukbisnis
    Buka toko online semudah membuka tutup botol

Masih bingung?
Jika masih bingung, catat jawaban berikut secara spontan (bukan rekayasa) di kertas putih.

  1. Siapa spesifik target market?
  2. Apa diferensiasi produk mu?
  3. Apa alasan mereka mau membeli?
  4. Apa komentar spontan dari para pelanggan/pencicip produkmu?
  5. Menurutmu, apa 3 kata kunci yang mewakili produk mu?
  6. Dimana target pasar mu biasa berkumpul?
  7. Kapan saatnya mereka menggunakan produk mu?

Catatan:
Lewati jika tak terjawab. Boleh juga kembangkan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Setelah itu stabilo lah “kata” yang menurut Anda merupakan kata-kata “kunci”.

Ambil selembar kertas kosong lagi. Tuliskan kemungkinan-kemungkinan slogan dari gabungan kata-kata kunci tadi. Biarkan saja mengalir dulu jangan pikirkan bagus jeleknya. Nanti bisa direvisi.

Misalnya seorang alumni entrepreneur camp (E camp), pemilik brand Papapia (sebelumnya Piapiaku) meminta Mas Jaya untuk membantu rename - repackaging - repositioning brand tersebut.

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dipilihlah nama brand baru beserta logonya. Awalnya Mas Jaya berfikir bahwa target market pia tersebut adalah ibu-ibu maka slogannya “jadi rebutan istri-istri”. Lalu Mas Jaya berpikir ulang karena slogannya bisa bisa jadi “keributan” dengan para suami. Lalu slogannya diganti menjadi ”Jadi rebutan anak istri”.

Untuk Desain logo:
Ilustrasi laki-laki serupa kolonel sanders, berusia 45-50 tahun. Atribut warna: merah, putih, kuning.

Contoh lainnya:
Pemilik Cendol Keraton juga pernah meminta Mas Jaya untuk membuat slogan untuk brand tersebut.

Kalimat nyeplos dari pemilik brand tersebut adalah “Banyak bos-bos yang minum ditempat cendol saya”. Slogannya diubah menjadi minuman para bos. TAPI karena merknya terlanjur Cendol Keraton,  Mas Jaya mengusulkan merubahnya menjadi minuman para bangsawan.

Tentunya slogan yang paling baik adalah slogannya “nyambung” serta bisa mengkomunikasikan mereknya. Tapi terkadang merek terlanjur dibuat sehingga tidak bisa disesuaikan dengan slogan.

Jika produk Anda pada pasar kompetitif maka slogan harus bisa “membumi hanguskan” kompetitor yang ada. Jika produk Anda adalah solusi dari suatu Masalah maka slogan tersebut harus menjawab Masalah tersebut.

“Positioning adalah sesuatu yang ditanamkan di benak konsumen, bukan pada produk Anda” -Al Ries.

Untuk memahami mempelajari alur positioning sederhana. Anda bisa mengunjungi link berikut . Semoga materi diatas dapat menambah insight untuk Anda yang ingin membuat slogan produk. Terimakasih. Assalamualaikum wr.wb.

Share this post