Tahukah Juragan jika sebagian besar transaksi terjadi karena pembeli menyukai penjualnya??

Jika kita adalah  penjual, bagaimana cara agar pembeli “menyukai” kita sehingga mereka mau membeli produk yang kita jual?

Caranya adalah dengan “Personal branding.

Mungkin Juragan sudah tidak asing dengan istilah tersebut. Namun, mungkin Juragan masih belum memahami betul apa maksud dari Personal Branding.

Personal branding adalah upaya sadar dan disengaja untuk menciptakan dan mempengaruhi persepsi publik tentang individu. Tujuannya agar individu ini memiliki “otoritas”, meningkatkan kredibilitas serta  “diferensiasi” dari kompetitor yang nantinya dapat memajukan karir mereka.

Bahasa simpelnya Personal branding adalah sebuah “gambaran” tentang bagaimana orang lain menilai diri kita. Oleh karena itu jika Personal branding kita baik, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk “menjual diri”.

Kalau begitu, apakah “personal branding” sama dengan “pencitraan” ?

Jawabannya adalah TIDAK. Meskipun personal branding dengan pencitraan sama-sama bertujuan membentuk kesan kepada publik. Namun, keduanya memiliki perbedaan sangat besar dalam hal “nilai/value”.

Personal branding lebih menekankan kepada kompetensi dan keunikan yang dimiliki individu, sedangkan pencitraan lebih menekankan untuk “membungkus” kekurangan serta melebih-lebihkan apa yang dimiliki seseorang.

Jika dibandingkan dengan pencitraan, diperlukan waktu relatif lebih lama untuk membangun personal branding. Selain it,u untuk membangun personal branding dibutuhkan konsistensi, hasil konkret, dan memiliki tujuan yang jelas dan terencana.

Ketika memiliki Personal Branding yang baik maka kredibilitas diri kita juga akan meroket. Calon konsumen akan percaya dan suka kepada kita. Jika calon konsumen “sudah suka” dengan kita maka akan lebih mudah untuk closing.

Mungkin di kepala Juragan terbesit pertanyaan,
Apakah personal branding HANYA bisa digunakan untuk berbisnis saja?

Jawabannya adalah TIDAK.

Personal branding yang terkomunikasikan dengan baik akan membawa banyak keuntungan untuk Juragan.

Berikut adalah beberapa kelebihan jika Juragan memiliki personal branding  yang baik:


1. Meningkatkan jiwa kepemimpinan

Alasan personal branding dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan, diantaranya:

  • Ada kejelasan: Ada kejelasan tentang siapa Juragan, siapa pesaing Juragan, serta apa target Juragan.
  • Konsistensi: Dengan memiliki personal branding maka target Juragan akan jelas sehingga lebih mudah untuk konsisten.
  • Memiliki suatu nilai: Dengan memiliki personal branding berarti Juragan memiliki nilai lebih yang membuat Juragan menjadi proaktif di suatu kegiatan.
  • Besar kemungkinan untuk mendapatkan sebuah proyek yang sesuai keinginan

Seorang pekerja yang belum memiliki personal branding sama seperti seorang karyawan yang baru memasuki dunia kerja. Mereka harus melakukan segala hal yang diperintahkan atasannya. Mulai hal yang disenangi sampai sesuatu yang sama sekali tidak mereka sukai.  

Hal ini akan berbeda dengan orang yang sudah memiliki personal branding. Misalkan saja, seorang penulis yang “menjual dirinya” sebagai penulis iklan politik. Kemungkinan besar penulis ini akan mendapatkan berbagai proyek terkait iklan politik. Contohnya iklan pencalonan Bupati, Walikota maupun DPR. Hal yang paling penting adalah pekerjaan penulisan di bidang politik tersebut sesuai dengan yang apa yang mereka inginkan.

Jika Juragan memiliki personal branding yang baik dan jelas maka Juragan akan dapat mengerjakan tugas/pekerjaan yang sesuai dengan minat, sehingga Juragan bisa lebih menikmati pekerjaan yang Juragan lakukan.

2. Keuntungan finansial

Semakin banyak orang mengenal Juragan sebagai “seorang pakar” maka akan semakin banyak orang yang akan menggunakan jasa Juragan. Oleh karena itu, secara otomatis finansial Juragan akan meningkat.

Berikut adalah kisah seorang yang sukses membangun personal branding-nya melalui penulisan buku dan blog. Ketika Ia masih bekerja sebagai karyawan, Ia hanya bisa mendapatkan uang 10 juta setiap bulannya. Namun ketika ia sudah memiliki brand yang kuat dan sering mendapat undangan sebagai pembicara atau konsultan maka uang 10 juta ia bisa peroleh dalam waktu 1 minggu.

3. Keuntungan secara prestise

Bagaimana jika ditengah jalan Juragan bertemu dengan Daniel Radcliffe (pemeran Harry Potter). Kebetulan Juragan adalah seorang sahabat Daniel Radcliffe, atau sosok lain yang Juragan kagumi misal Lisa-Blackpink. Juragan kemungkinan akan terpukau.

Juragan tentu bisa membayangkan jika orang-orang akan heboh bila bertemu dengan sang artis yang mereka idolakan.

Pertanyaannya, bagaimana jika posisi yang dikagumi itu adalah Juragan?

Bayangkan ketika banyak orang ingin bertemu dengan Juragan, ingin mengoleksi karya Juragan, ingin mendengarkan pemikiran Juragan, ingin membeli produk yang juragan rekomendasi. Tentu ini dipastikan memberikan sebuah keuntungan berupa “prestise” atau kehormatan kepada Juragan, betul?

Bagaimana Juragan?

Apakah Juragan tertarik untuk “menjual diri” ?

Apakah Juragan tertarik meningkatkan “value” Juragan?

Apakah Juragan tertarik untuk membangun personal branding?

Membangun personal branding yang baik tentu saja membutuhkan strategi yang tepat. Apa saja strateginya? Tunggu di artikel selanjutnya ya.

Semoga artikel ini bermanfaat!

Selamat menjalani hari ini. Semoga hari Juragan dipenuhi keberkahan.

Share this post