Bagaimana Sistem Penggajian Owner?‌

Menurut Head of SME New Business Commonwealth Bank Weddy Irsan, “Semua pihak yang bekerja untuk perusahaan harus dihitung gajinya, termasuk gaji untuk owner. Sangat bermanfaat untuk mengaji diri sendiri, karena bila tidak dihitung kita tidak tahu apakah bisnis kita sebetulnya untung atau justru buntung”.

“Sering kali saat anak-anak, pasangan atau asisten rumah tangga ikut membantu bisnis kita tapi gaji mereka tidak dihitung. Mungkin kelihatannya bisnis kita menguntungkan, padahal ketika komponen gaji mereka dimasukkan ke pencatatan keuangan, bisa jadi bisnis kita sebetulnya tidak untung” ujar Weddy.‌

‌Pernah banget denger temen ataupun kenalan yang cerita jika mereka tidak memasukkan beban gajinya ke dalam pembukuan bisnisnya. Mereka ngerasa labanya gede banget. Namun pas dihitung di akhir bulan, Eh ternyata uangnya gak ada dong!

Kok bisa?

Ya karena mereka narik uang khas bisnisnya juga ‘urakan’. Asal ngambil. Nggak dicatat dengan baik.

Tips Menggaji Diri Sendiri Sebagai Owner (Pemilik) Bisnis

1. Tetapkan jumlah gaji yang akan kamu terimaTentukan jumlah gaji mu dengan cara melakukan riset besaran gaji sesuai jenis usahamu. Jangan lupa mempertimbangkan wilayah di mana kamu mendirikan usaha.

Saat usaha sudah semakin berkembang dan keuntungan semakin besar, kamu bisa mulai menambah jumlah gaji yang kamu terima.

2. Pastikan Kamu Melakukan ‘sekali Penarikan’

Pastikan kamu mentransfer gajimu (rekening pribadi) dalam sekali transfer. Seperti layaknya gajian orang kantoran.

Tujuannya untuk meminimalisir ‘kesalahan’ atau ketidak sengajaan dalam menggunakan uang usaha secara lebih (untuk kebutuhan pribadi).

3. Gunakan Laba Usahamu Untuk Menggaji Diri Sendiri

Gaji lah dirimu sendiri dari laba dan bukan dari pendapatan pendapat kotor. Pastikan semua pengeluaran telah dihitung saat menghitung laba. Termasuk pengeluaran membayar listrik, pajak, kebutuhan pokok dll.

4. Bayarkan Dahulu Gaji Karyawanmu

Apapun alasannya bayar gaji karyawan terlebih dahulu. Mungkin ada masanya dimana usaha bisa mengalami kerugian sehingga laba yang didapatkan tidak terlalu banyak. Namun prioritaskan gaji para karyawan, karena itu adalah hak mereka.

[Catatan Penting]

Owner yang dimaksud disini adalah owner yang juga bekerja di perusahaannya. Mereka akan dapat gaji + deviden). Sedangkan untuk owner saja maka dia hanya mendapat deviden.

‌Semoga konten ini memberikan sedikit pencerahan untuk kita semua. Amin

Share this post