Akhir-akhir ini belanja online semakin menjamur. Belanja online semakin banyak peminatnya karena memudahkan penggunanya. Sebelum membeli suatu produk, biasanya konsumen melihat review atau rekomendasi dari internet terlebih dahulu. Jika ada Influencer yang merekomendasikan untuk membeli produk tersebut karena produknya bagus. Biasanya konsumen cenderung untuk membeli produk tersebut.

Melihat tren konsumen tersebut, banyak brand yang melakukan endorsement kepada Influencer. Influencer akan mempromosikan produk brand dan sebaliknya brand akan membayar jasa promosi tersebut.

Terdengar win-win solution bukan? TAPI Bagaimana fakta di lapangan?

Sebelum menjadi Influencer yang terkenal [misalkan followernya 10K]. Pada umumnya Influencer ini akan mereview produk dengan jujur. Mereka membeli dan mencoba sendiri produk suatu brand. Jika produknya ternyata bagus mereka akan promosikannya dengan jujur dan sesuai dengan kenyataan.

Namun, sayangnya ketika Influencer ini sudah besar. Beberapa dari mereka suka lupa diri. Mereka mengambil semua jenis endorsement tanpa “mencoba” produknya langsung. Mereka selalu saja mereview jika kualitas suatu produk selali "bagus"  walaupun kenyataanya belum tentu. Pokoknya yang penting cuan. Mereka lupa jika hal yang membuat mereka terkenal adalah karena review jujur yang mereka lakukan.

Apa dampaknya? Hal ini membuat mereka kehilangan “kepercayaan” sebagai publik figur. Followernya tidak percaya lagi karena karena endorsemennya tidak sesuai kenyataanya. Lama kelamaan followernya turun dan tidak akan ada brand yang mau endorse lagi.

Hal tersebut tidak akan terjadi apabila Influenser memberikan informasi yang berkualitas. Informasi yang berkualitas maksudnya adalah informasi yang tepat,  akurat, jujur.

Penyampaian informasi yang akurat dapat meningkatkan kredibilitas. Kredibilitas yang bagus akan mendorong pembelian konsumen. Hal ini akan memperkuat nama brand. Namun, jika tidak maka akan dapat mencoreng nama baik brand.

Contoh simpel lainnya adalah misalkan anda adalah seorang Pak RT. Suatu hari dirumah Anda berteriak, “TOLONG-TOLONG BANTU SAYA”. Beberapa saat kemudian tetangga Anda berlarian datang kerumah Anda untuk menolong. Setibanya di lokasi ternyata Anda tidak mengalami apa-apa. Ternyata teriakan Anda tersebut hanyalah sebuah “prank”.

Lalu untuk kedua kalinya Anda berteriak lagi, “TOLONG-TOLONG BANTU SAYA, SAYA JATUH DARI TANGGA”. Tetangga Anda datang berbondong-bondong lagi untuk membantu. TAPI lagi-lagi teriakan tersebut hanyalah sebuah prank.

Lalu untuk ketiga kalinya Anda berteriak lagi, ““TOLONG-TOLONG BANTU SAYA, ADA RAMPOK DI RUMAH. ADA RAMPOK. TOLONG-TOLONG”. Setelah kesekian kali kena “prank” kemungkinan tetangga Anda tidak akan datang menolong.

Mungkin mereka berpikir, “alah santai aja, ini pasti prank lagi. gak usah datang”. Padahal kali ini rumah Anda benar-benar dirampok.  Tetangga anda tidak ada yang datang untuk menolong karena yakin jika Anda berbohong lagi.

Berhati-hatilah dalam menyampaikan informasi. Berhati-hatilah dalam membuat janji. Hati-hati dengan klik bait. Hal ini dapat mencoreng kredibilitas. Sedangakn kredibilitas teramat-sangat penting didalam dunia bisnis.

Jika anda menjanjikan produk anda super bagus tetapi jika ternyata tidak sesuai kenyataannya. Hal ini akan membuat kredibilitas brand anda jatuh. Brand anda akan buruk di mata konsumen. Ekspektasi konsumen tinggi namun jika faktanya produk Anda jelek atau di bawah ekspektasi. Dan jika hal ini terjadi tidak hanya 1x tapi 2x, 3x dan seterusnya. Maka anda akan kehilangan kepercayaan konsumen dan mereka tidak akan mau membeli produk anda.

Apple menjadi salah satu brand terkuat di dunia. Hal ini terjadi karena apple selalu menepati janji melebihi apa yang telah dijanjikannya.  Setiap launcing produk baru, apple berjanji jika produk baru tersebut bagus (misal level 7/10). Ekspektasi "level bagus" konsumen juga akan ada di level 7 tersebut.

Jika ternyata produk baru tersebut "level bagusnya" dibawah 7/10 maka konsumen akan kecewa. Namun, setiap kali produk apple baru launching apple selalu memberikan produk yang melebihi dari janji dan ekspektasi konsumen. Hal inilah yang membuat brand ini semakin kuat. dan menjadi salah satu brand terkuat di dunia.

Jika apple tidak menepati "janji"nya, apakah mungkin brand apple akan menjadi besar seperti sekarang?

Oleh karena itu ketika berbisnis Anda harus berhati-hati dengan “janji” Anda pada konsumen. Anda harus berhati-hati dalam menyebarkan suatu berita atau memposting sesuatu. Jika yang ada sampaikan benar apa adanya, akurat dan jelas maka brand Anda insya Allah akan semakin kuat. Namun jika informasi yang Anda sampaikan tidak benar / tidak akurat maka hal ini dapat menurunkan kredibitas brand yang Anda Punya.

Share this post