Tahun 2021 telah berakhir. Bagaimana pencapaian target-target Juragan tahun lalu? Adakah yang belum tercapai? Jika ya, apakah Juragan sudah melakukan evaluasi?

Meskipun pandemi belum berakhir sepenuhnya, itu tidak boleh menjadi alasan kita untuk berusaha semaksimal mungkin tahun ini. Juragan tentu tidak ingin tahun 2022 ini berlalu tanpa prestasi bukan? Jadi sangat penting untuk mengetahui apa saja yang mungkin membuat target-target Juragab tidak tercapai tahun lalu, dan bagaimana solusinya agar tahun ini Juragan dapat meraih yang Juragan inginkan.

Berikut adalah 7 hal yang mungkin jadi penyebab mengapa Anda gagal mencapai target-target Juragan:

1. Kurang Motivasi

Motivasi dan dorongan dari hatilah yang membuat Anda ‘bergerak’. Karena itu, sering-seringlah membayangkan betapa puasnya bila target Juragan tercapai, atau bayangkan betapa memalukannya bila Juragan gagal. Perhatikan, bukan membayangkan objek yang akan Juragan dapatkan, melainkan fokus pada perasaan Juragan. Daripada membayangkan uang ratusan juta rupiah di rekening, lebih baik Juragan bayangkan betapa bahagianya melihat senyum keluarga Juragan saat diajak ke tanah suci, atau betapa pusingnya membayar gaji karyawan jika profit bisnis Juragan sangat minim.

Solusi: Ciptakan kondisi kepepet

Juragan harus menempatkan diri dalam situasi dimana Juragan tidak punya alternatif lain untuk bergerak dan berusaha keras. Ada banyak cara menciptakan kondisi kepepet. Juragan bisa membacanya dalam ebook The Power of Kepepet.

2. Tidak Menuliskan Target

Apabila Juragan sungguh-sungguh ingin mencapai sesuatu, Juragan harus menuliskannya. Hanya menyimpannya saja di kepala tidaklah cukup karena bentuknya abstrak dan kemungkinan besar akan segera lupa. Apa yang berseliweran di otak dan terasa semrawut, akan bisa Juragan tata di atas kertas atau ketik di komputer. Menuliskan target akan membuat pikiran Juragan lebih jernih,  fokus, dan tentunya Juragan juga akan memiliki catatan yang dapat dilihat sewaktu-waktu.

Solusi: Tuliskan targetmu sekarang juga!

3. Kurang komitmen

Kebanyakan orang tahu apa yang mereka inginkan namun tidak sungguh-sungguh mencapainya. Apabila Juragan 100% komitmen, Juragan akan melakukan apa saja (selama itu halal tentunya) yang diperlukan untuk mewujudkan impian Juragan.

Solusi: Beritahu orang-orang terdekat tentang target dan langkah-langkah yang akan Juragan lakukan untuk mencapainya. Lebih bagus jika Juragan share juga pada follower Juragan. Semakin banyak orang yang tahu, akan semakin banyak yang mengingatkan kalau-kalau Juragan ‘lupa’ dengan target dan komitmen Juragan.

4. Tidak disiplin

Juragan kini sudah punya target tertulis, dan sudah punya orang-orang yang ‘mengawasi’ Juragan. Tapi Juragan tidak menjalankan action plan yang sudah Juragan tetapkan. Juragan sudah membuat jadwal harian dan bulanan untuk mencapai target jangka pendek maupun jangka panjang. Namun Juragan tidak melaksanakannya dengan disiplin. Hasilnya tentu dapat ditebak. Pencapaian Juragan kemungkinan besar tidak akan mencapai target.

Solusi: Simpel saja, laksanakan semua yang telah Juragan rencanakan dengan disiplin. Apabila rasa malas dan enggan melanda, ingat kembali motivasi dan komitmen Juragan.

5. Menggunakan cara yang sama sambil mengharapkan hasil yang berbeda.

Jika omzet bulan kemarin 10 juta dan sekarang Juragan ingin meningkatkannya jadi 20 juta, Juragan harus melakukan sesuatu yang berbeda dari bulan lalu. Apakah merekrut tim sales baru, membuka program reseller, atau merevisi copywriting, apapun yang tidak menghasilkan omzet di bulan lalu, tidak perlu Juragan lakukan lagi bulan ini.

Solusi: Evaluasi teknik dan strategi apa yang tidak berhasil dan ubah untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

6.   Banyak Alasan

Ini adalah salah satu pola gagal. Selalu punya excuse atau alasan. Misalnya Juragan berencana memulai usaha tahun ini. Tapi Juragan tidak mulai-mulai karena susah cari supplierlah, susah cari karyawanlah, takut penawaran ditolak, sulit fokus, kurang fasilitas, takut gagal, takut bangkrut, dan lain sebagainya.

Solusi: Beranikan dirimu.

Lakukan hal-hal yang dapat dilakukan dengan sumber daya yang ada. Jangan banyak alasan. Just do it.

7.   Time Table yang Tidak Realistis

Jika Juragan menuliskan terlalu banyak target untuk dicapai dalam waktu yang sempit, tidak heran jika banyak target yang akan tidak tercapai. Ingat, gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan.

Solusi: Revisi time table Juragan sesuai dengan beban kerja, jumlah SDM, dan waktu yang tersedia. Jika Juragan dan tim mengerjakan suatu project dalam waktu yang terlalu sempit, kemungkinannya dua: Pekerjaannya tidak akan selesai atau selesai tapi dengan kualitas rendah.

Ingin tips pengembangan diri dan bisnis lainnya? Yuk gabung komunitas email kami dengan subscribe ke blog ini! Dapatkan konten-konten premium secara GRATIS langsung ke email kamu!

Share this post