Mungkin Juragan pernah berfikir, “Bagaimana caranya bisnis dibuka bisa langsung laris?”

Atau mungkin Juragan sudah mulai berbisnis tapi masih bingung, “kok nggak laku ya produkku?”.  

Buka langsung laris tentu ada cara atau teknik atau formulanya. Formula langsung laris mungkin terdengar instan.  Namun dibalik itu terdapat proses yang yang cukup panjang. Ibaratnya untuk membuat kue kita harus memperhatikan komposisi bahan, takaran, urutan, cara serta durasi pembuatan. Jika salah satunya terlewat/tidak urut kemungkinan roti yang dibuat akan bantat. Hal tersebut juga akan terjadi jika Juragan melewati salah satu dari 7 formula berikut.

Jika Juragan calon pengusaha/pengusaha pemula, ilmu formula ini layak disimak dan dipraktikkan.

7 Formula Langsung Laris:

Bidik Pasar Potensial

Pasar potensial adalah pasar yang permintaan produknya ada, tapi kompetitornya belum terlalu banyak. Misalnya, batagor yang terkenal di Bandung adalah batagor Kingsley. Tapi apa Juragan tahu batagor yang terkenal di Malang? Ini bisa menjadi celah bisnis untuk Juragan.

Jika tahap ini dilewati maka pasar yang Juragan bidik tidak jelas. Ibaratnya Juragan ingin pergi ke suatu tempat asing tapi tidak tahu arah, dan tidak punya peta. Intinya target marketnya harus jelas. Target market tersebut harus market yang potensial bukan sleeping market ataupun bleeding market.

Sleeping market adalah pasar yang masih tertidur, permintaannya belum terlihat tapi belum juga ada kompetitor. Sleeping market belum jelas permintaannya, tapi bisa diedukasi. Contohnya awalnya Gojek harus memberikan edukasi dan promosi agar orang mau dan terbiasa menggunakan jasa Gojek ini.
Bleeding Market maksudnya adalah pasar yang berdarah-darah dan orang terpaksa banting-bantingan harga. Misal Juragan menjual kaos polos di marketplace. Mulanya hanya Juragan sendiri yang berjualan dan mematok harga 60.000/kaos. Namun karena persaingan yang semakin ketat, Juragan terpaksa menurunkan harganya bahkan hingga marginnya kecil (misal modal Rp 29.500 dijual menjadi Rp 30.000).

2. Produk Ngangenin

Produk ngangenin adalah produk yang membuat orang kecanduan, ingin lagi dan lagi. Kenapa harus NGANGENIN? Kenapa gak produk yang booming aja?. Bisa jadi suatu merek booming tapi gak ngangenin. Efeknya gak akan atau susah untuk terjadi pembelian ulang (repeat order).

Bagaimana cara menguji produk Juragan sudah ngangenin atau belum?

  1. Cari komunitas/tempat berkumpul target pasar Juragan.
  2. Berikan sampel gratis atau diskon besar (Jangan minta testimoni).
  3. Amati apakah produk Juragan diambil dan diambil lagi.
  4. Cari feedback yang kritis dan “pedas”.
  5. Lakukan perbaikan dan uji ulang.

3. Kemasan Pertama Diambil


Membuat kemasan yang bagus, “beda” serta menarik calon konsumen itu SANGAT PENTING. Bayangkan jika Juragan jualan keripik yang dijual offline. Produk keripik Juragan tersedia di rak display toko, Ind*maret, Alf*maret dll. Produk keripik tersebut sudah Juragan testing dan hampir semua yang mencoba bilang Keripik Juragan ENAK BANGET.

TAPI INGAT, tidak semua orang pernah mencoba keripik Juragan. Jangan hanya mengatakan, ‘produkku enak’. Orang tidak/belum tahu keripik Juragan enak kecuali orangnya sudah coba. Orang tidak akan mencoba kecuali sudah membeli. Orang tidak akan membeli sebelum mengambilnya di rak. Orang tidak akan mengambil sebelum melirik. Orang tidak akan melirik jika kemasan produk tidak menarik.

Pada toko online, selain kemasan juga harus memperhatikan FOTO / VIDEO PRODUK. Semuanya harus menarik perhatian calon konsumen. Produk yang sama dengan kemasan berbeda, menghasilkan omzet berbeda. Pepatah mengatakan “Don’t judge the book from its cover”, TAPI ini tidak diterapkan semua orang. Faktanya banyak konsumen membeli produk hanya karena kemasan yang menarik. Produk terbaik sekalipun, jika tak dikemas dengan baik, siapa yang akan tertarik membeli?

4. Merek yang Ngetop

Buatlah nama merek yang bagus, unik dan menarik tapi masih sesuai dengan target market Juragan. Nama/merek produk bisa saja memiliki penafsiran yang berbeda di benak konsumen, yang tentunya akan berdampak pada omzet.

Misalnya ada 5 salon berjajar dengan nama berbeda diantaranya: Salon Gatot, Salon Nisa, Salon Tince, Salon angelina. Mungkin orang berpikir salon Nisa salon biasa saja, sedangkan salon angelina itu salon yang tarifnya mahal. Mungkin orang menafsirkan salon Gatot pemilik salonnya macho berotot. Sedangkan salon Tince pemiliknya (maaf)  bencong dan jago nyalon dll. Jadi pemilihan nama merek itu penting banget.

Apa poin-poin pemilihan nama merek yang ngetop?

  1. Sesuai dengan target pasarnya.
  2. 2. Unik
  3. Mudah diucapkan dan diingat.
  4. 4. Hindari singkatan konsonan misal toko SRMN.
  5. 5. Hindari angka misalnya bakso88.
  6. 6. Terasosiasi dengan diferensiasi.


7. Kata kunci.

5. Saluran Distribusi = Promosi (D = P)

Saluran distribusi berfungsi untuk menyalurkan produk/jasa dari produsen ke konsumen. Tugas promosi adalah mengkampanyekan eksistensi, kelebihan merek atau produk.

Promosi yang bagus tanpa distribusi yang merata, menjadi celah masuk bagi kompetitor. Akibatnya konsumen akan beralih merek milik kompetitor. Sedangakn distribusi yang baik tanpa adanya promosi maka barang akan tersedia banyak namun hanya tersimpan digudang saja karena tidak terjual.

Oleh karena itu usahakan distribusi yang baik diimbangi dengan promosi yang baik juga (D=P).

Beberapa contoh saluran D = P:
1. Franchise / Kemitraan
2. Reseller
3. Dropshipper
4. Affiliate marketing

Selain 4 di atas, ada juga saluran distribusi baru yang powerful untuk menarik banyak konsumen karena efektivitas waktu dan biayanya. Saluran tersebut adalah fulfillment atau pergudangan. Juragan juga bisa mempelajarinya di sini.

6. Penyebar Virus

Penyebar virus merupakan pendongkrak permintaan, mempercepat proses tren, bahkan mampu menciptakan permintaan pasar di pasar yang masih tertidur.

Ada 3 penyebar virus:
1. Bintang
Bisa seseorang/berapa orang yang dipercaya oleh sekelompok kaum. Apa yang mereka katakan, gunakan, akan dipercaya dan diikuti oleh kaumnya. Contoh: Artis/Influencer.
2. Komunitas
Orang-orang yang memiliki persamaan dan saling terhubung. Selama mereka memiliki persamaan dengan target pasar Juragan.
3. Media Sosial
Menggunakan media sosial untuk "penyebar viru", pemasaran akan semakin mudah dan terarah.

7. Lompatan Konversi

Produk yang ngangenin, kemasan yang menjual, merek yang ngetop, distribusi yang merata, virus yang menyebar, tanpa konversi, tak ada transaksi ujungnya sia-sia.

Tujuan akhir jualan adalah CLOSING. Inilah 4 Faktor Lompatan Konversi:
1. Sarang yang benar
2. Strategi harga
3. Ikatan distributor
4. Momentum

Belum puas dengan pembahasan ini? Masih penasaran? Selengkapnya bisa Juragan baca di buku Buka Langsung Laris, ilmunya ‘daging’ semua! Jangan menyesal jika kompetitor Juragan sudah baca buku ini duluan!

Share this post